CALL ME

Mei 13, 2008

INTERNET SEHAT

Mei 13, 2008

Apa itu Internet Sehat ?

Internet merupakan sebuah jaringan global yang memungkinkan komunikasi antar kota dan bahkan antar negara dapat dilakukan dengan biaya yang murah. Kita bisa mengirim surat elektronik (e-mail), ngobrol (chatting), mendengarkan radio (streaming) dan mencari informasi (browsing) dengan siapapun, darimanapun dan kemanapun dengan biaya pulsa telepon lokal. Kita bisa pula “bertelepon” ke luar negeri, juga dengan pulsa lokal. Internet dipadati dengan materi pendidikan dan hiburan.

Ingatlah, tidak seluruh isi di Internet dapat bermanfaat bagi kita. Beberapa isinya bahkan cenderung merugikan kita, anak-anak dan murid. Materi yang merugikan tersebut terdapat di situs-situs negatif, misalnya pornografi, madat, rasisme, kekerasan dan perjudian. Di Internet dapat pula terjadi pelanggaran privasi, perendahan martabat dan pelecehan seksual ringan maupun berat.

Tetapi jangan kuatir, dengan kerjasama kita, pengaruh negatif di Internet dapat kita kecilkan sekaligus mengoptimalkan manfaat positifnya. Untuk itulah maka komunitas Internet di Indonesia yang peduli dengan “sehat”-nya Internet menjalankan program Internet Sehat dengan tujuan:

- membantu mengkampanyekan citra Internet sebagai media pendidikan dan hiburan yang positif bagi institusi keluarga dan institusi pendidikan.
- membantu memberikan informasi dan materi acuan yang memadai bagi orang tua dan guru dalam menyikapi perkembangan Internet dan dampaknya.
- membantu mengupayakan peningkatan penetrasi Internet di Indonesia dari pelanggan rumahan (keluarga) dan dari komunitas pendidikan secara aman dan bertanggung-jawab (aman bagi anak dan murid dengan tanggung-jawab orang-tua dan guru dalam memberikan pengawasan dan bimbingan).

Internet Sehat
cyberwise@ictwatch.com

7 INTERNET SEHAT CHECKLIST

1. Berhati-hatilah menggunakan e-banking di tempat umum, semisal warnet. Mintalah jaminan keamanan PC kepada petugas warnet tersebut.
2. Tidak memberikan password apapun kepada siapapun di Internet.
3. Jika membuat situs pribadi atau melakukan chatting, janganlah memberikan data pribadi (alamat rumah, nomor telepon, tanggal lahir, dll.).
4. Buatlah minimal 2 alamat e-mail. Satu untuk keperluan pribadi dan satu lagi untuk keperluan berlangganan milis atau layanan Internet.
5. Jangan buka file kiriman (attachment) dari seseorang yang tidak kita kenal benar. Langsung di delete saja
6. Tetaplah ingat untuk memperpanjang sewa nama domain yang anda miliki.
7. Peran orang-tua / guru dalam membimbing dan mengarahkan anak / murid tidak dapat digantikan dengan software apapun.


Road Show AWARI di MOJOKERTO

Mei 13, 2008
Hadapi Sweeping, Satukan Sikap Print E-mail
Tuesday, 15 April 2008
MOJOKERTO – Puluhan pengelola warung internet (warnet) di Kota dan Kabupaten Mojokerto berkumpul di salah satu warnet di Jl Yos Sudarso, Kota Mojokerto kemarin. Mereka berusaha menyatukan sikap menghadapi gencarnya sweeping dari aparat kepolisian. Baik berkaitan dengan situs porno maupun HAKI. Selain mereka, dalam kesempatan itu juga hadir ketua umum Asosiasi Warnet Indonesia (Awari), Irwin Day. “Mereka (pengelola warnet, Red) harus berani bersikap. Jangan hanya diam. Karena itu, harus satu suara,” tegas Irwin Day berusaha memompa semangat pengelola warnet. Terutama menghadapi kemungkinan adanya oknum tertentu yang berusaha mengambil keuntungan dengan memanfaatkan aturan tersebut.

Sehingga, dia menekankan kepada seluruh pengelola warnet yang hadir agar tidak segan menanyakan kelengkapan sweeping, salah satunya surat tugas. “Kalau tidak sesuai dengan ketentuan, harus berani menolak. Apalagi, sampai berusaha menyita,” tegasnya.

Sementara itu, terkait situs porno, dia mengatakan, untuk memblokir semestinya kewajiban pemerintah. Sehingga, tidak dilakukan sendiri oleh masing-masing warnet. Melainkan, langsung tersentral. “Yang dilarang itu kan kalau warnet menyediakan pornografi dalam server. Sedangkan, kalau pelanggan mengakses situs sendiri, warnet tidak bisa disalahkan,” katanya.

Terhadap hal itu, jika ternyata ditindak, maka pengelola harus berani bersikap tegas. Sebaliknya, kalau ada warnet yang memang sengaja menyediakan gambar maupun film porno, dia tegas mempersilakan di tindak. “Selama ini yang jadi pegangan aparat kepolisian melakukan sweeping kan KUHP. Sebab, UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) memang belum disahkan,” ujarnya.

Yang terpenting, menurutnya, para pengelola warnet harus kompak. Mereka harus bisa menyatukan sikap ketika menghadapi persoalan. Bahkan, dia menekankan kepada mereka agar memperlihatkan juga kepada pemerintah terkait besarnya manfaat warnet untuk daerah.

Gangguan bisa saja karena internet service provider (ISP) atau listrik. “Kalau ada gangguan yang dihadapi, pengelola bisa bersatu menyampaikan langsung ke pemerintah. Agar pejabat juga mengerti,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini tercatat sudah ada 51 warnet di Kota dan Kabupaten Mojokerto. Selama ini, mereka mengaku resah menghadapi gencarnya sweeping. Andri misalnya, dia pernah mendapat sweeping hingga ada yang disita. “Saya berusaha menanyakan surat tugas. Namun, hanya diperlihatkan sekilas begitu saja,” katanya. (abi/yr)

(tulisan disalin dari awari.or.id)

Ketua Awari (dua dari kiri) bersama para pengelola warnet mojokerto

(ComboNET, BuzzNet, IzzyNET, GreenNET)